Contoh Prosedur Seleksi Obat Baru untuk Formularium Rumah Sakit

1. Komite Farmasi dan Terapi bekerja sama dengan Instalasi Farmasi melakukan pendataan untuk proses seleksi terhadap obat
yang akan digunakan di Rumah Sakit.
2. Komite Farmasi dan Terapi mempertimbangkan obat yang akan digunakan dengan memperhatikan faktor sebagai berikut :
a.Obat sejenis yang sudah tersedia dengan memperhatikan formula, sebanyak max 4 produk sudah termasuk 1 produk
generik dan 1 produk original.
b.Pertimbangan manfaat.
c.Pertimbangan biaya.
3 Setelah proses seleksi oleh Komite Farmasi dan Terapi, obat akan diajukan ke direktur rumah sakit untuk persetujuan dengan
menggunakan formulir usulan formularium dan rekapan hasil penawaran dari vendor.
4 Obat yang sudah disetujui akan didaftar dan dimasukkan dalam formularium Rumah Sakit non buku setelah penyelesaian
Administrasi (Fee Standarisasi).
5 Permintaan obat baru susulan standarisasi, dokter pemohon mengajukan usulan obat baru melalui formulir permohonan obat
baru non formularium dengan memberi keterangan mengenai :
a.Spesifikasi obat (nama dagang, dosis, nama generik, pabrik)
b.Alasan permintaan obat tersebut
c.Perkiraan jumlah dan lama obat digunakan.
6 Komite Farmasi dan Terapi mempertimbangkan usulan dengan memperhatikan faktor-faktor yang telah ditetapkan untuk proses
seleksi.
7 Bila telah disetujui, Unit Purchasing akan membuatkan item master di sistem komputer.
8 Unit Purchasing akan memesan barang sesuai dengan standar prosedur yang berlaku.

Kategori: 

Add new comment

CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
3 + 1 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.